Assalamu'alaikum sobat jumpa lagi sama saya blogger kelas teri bermental hiu hehe
Berhubungan belum ada kesibukan maka Pada kesempatan Kali ini saya akan membahas tentang sejarah Singkat Desa Pedu
Langsung ke TKP aja ya
Desa Pedu adalah salah satu desa di kecamatan jejawi kabupaten ogan komering Ilir provinsi Sumatera selatan Indonesia
Desa pedu terletak di sebelah selatan kota Palembang atau berjarak 20-30 menitan dari pusat kota
Walaupun jarak nya sangat dekat dengan pusat kota Palembang tapi desa ini malah masuk ke kecamatan jejawi
Dahulu desa pedu termasuk ke dalam kecamatan SP Padang tapi sekitar tahun 2002 masuk ke kecamatan jejawi
Oh ya sobat awal2 nya desa ini bernama patar embun konon menurut warga setempat desa ini lebih dahulu timbul dibandingkan bukit si guntang yang ada di kota Palembang
Bukit saya timbul saat pagi hari atau waktu embun masih banyak sedangkan bukit diguntang pada siang nya
Mungkin dari sini lah awal nama patar embun tapi kebenaran nya masih belum di ketahui pasti
Desa Pedu juga menjadi saksi perjuangan ulama besar yaitu kyai muara ogan terbukti dari peninggalan nya berupa masjid yang di beri nama baitul Rahman
Dahulu di depan pintu masjid sebelah timur terdapat gundukan tanah yang kata masyarakat sekitar sebagai tempat sang kyai membuang ludah
Namun pada tahun 2009 salah seorang calon bupati ogan komering Ilir yang mempunyai garis keturunan Desa Pedu bersedia menginfakkan harta nya untuk pembangunan masjid baitul Rahman sehingga masjid yang dahulu nya bercorak kuno menjadi nuansa modern
Sehingga peninggalan sang kyai berupa gundukan tanah ikut tertimbun namun beberapa bulan kemudian gundukan tanah tersebut di Galih atas permintaan anak keturunan sang kyai yang bermimpi sang kyai meminta supaya gundukan tanah bekas ludahan nya di digalih sehinggal kini kalau pembaca blogger ini berkunjung ke desa pedu Sobat bisa melihat peninggalan sang kyai yang berada di dalam manara masjid
Selain itu juga di sisi masjid terdapat makam keramat Raden Ayu yang Bergelar ratu Sugi atau kaya
Selain makam keramat Raden ayu di desa pedu juga terdapat beberapa makam keramat yaitu Raden Alik,makam cek Batun dan masih banyak yg lain nya yang kebenaran masih saya coba cari
Kata masyarakat setempat desa ini di jaga tiga makhluk mistis di wilayah sungai berupa buaya
Di sisi barat di jaga keramat Cek Batun di sisi tenga di jaga keramat batang Malang dan di sisi timur di jaga oleh keramat batang buruk .
Keramat barang buruk menurut warga dahulu saat air surut yang hanyut ke arah timur tapi ada batang buruk atau kayu tua yang malah hanyut ke arah barat batang tersebut terus hanyut seolah-olah mencari tempat yang cocok sehingga batang buruk ini singga di suatu tempat dan menetap di sana
Kebenaran nya dapat di buktikan sampai saat ini
Selain kekuatan mistis wilayah sungai di Desa pedu juga menyimpan tempat2 mistis di wilayah perbukitan nya di antara nya Bukit Dabuk Kuring*Belang*,bukit Sayak ,bukit Jumina,Bukit Sekuku dan masih banyak bukit2 yang lain nya
Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang perjuang singkat sang kyai muara ogan membangun masjid baitul Rahman Serta karomah2 beliau selama di perjalanan dari masjid muara ogan yang berada di kota Palembang menuju Desa pedu
Oh ya sebelum saya menceritakan FYI cerita ini saya dapat dari ibu saya yang kata nya dahulu ia pun di ceritakan sama kakek nya Atau kakek buyut saya yang tak lain adalah salah seorang rombongan sang kyai yang membawa bahan2 untuk pembuatan masjid
Dahulu untuk menjangkau desa pedu itu sangat sulit salah satu akses masuk hanya lah melewati sungai-sungai belum lagi dengan kondisi pasang surut dan tonggak2 besar yang menghalangi perjalanan
Pada waktu mau masuk desa pedu kondisi air sangat lah surut belum lagi dengan kondisi jarak yang cukup jauh sehingga rombongan yang mendayung meminta sang kyai untuk berhenti sambil menunggu air pasang tapi sang kyai tersenyum sambil berkata dalam bahasa Palembang ''Beguyur baelah siapo tau kegek banyu nyo pasang ''/ Lanjut sesampai nya saja lah siapa tau nanti air nya segera pasang ^^ setalah sang kyai berkata begitu air pun langsung pasang sehingga para rombongan pun dapat melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan pun para rombongan termasuk kakek buyut saya pun kelaparan dan mereka pun berkata ^Pak kyai istirahat dahulu aja ^ sang kyai pun mengangguk tanda setuju dan sang kyai pun berkata kepada rombongan kalian kelaparan ya ? Rombongan pun menjawab ;Iya Pak
Kyai : kalu lapar makan bae siso nasi kito tadi { kalau lapar makan aja sisa nasi kita tadi }
Rombongan : Mak mano nak makan nyo lagi Pak kyai nasi nyo basi { bagaimana mau di makan Pak kyai nasi nya sudah basi }
Pak kyai : 😊😊 makan baelah lemak nasi tu { makan sajalah enak nasi tu }
Rombongan pun sedikit ragu dan membuka nasi yang sudah mau basi itu pas di coba ternyata nasi yang sudah mau basi itu beruba manis seperti tape ketan
Rombongan pun langsung menghabiskan sisa nasi yang sudah hampir basi sebelum nya tadi
Setelah menyantap nasi yang berubah menjadi tape tadi rombongan pun melanjutkan perjalanan lagi setelah berjalan cukup jauh rombongan pun meminta izin kepada sang kyai untuk istirahat sejenak
Rombongan : Pak kyai kito istirahat dulu yo { Pak kyai kita istirahat dulu ya }
Pak kyai : 😊😊
dan berkata kepada rombongan nya '' Haus apo ? Rombongan pun menjawab iyo Pak Kyai
Sang kyai pun tersenyum kalu kamu haus makan aja buah itu sambil menunjuk kan buat beracun yang
Rombongan pun kaget karena mereka tahu buat yang di tunjukkan sang kyai tadi beracun mereka pun berkata '' Dak usah lah Pak kyai buah itu beracun sanga kyai pun tersenyum dan berkata '' kamu cubo dulu bae lemak buah itu { Kamu coba dulu aja enak buah itu } rombongan pun sedikit ragu dan mengambil buah itu lalu memakan nya subhanallah buah yang awal nya beracun itu berubah menjadi sangat enak dan manis
Mereka pun memakan buah itu lalu sang kyai berkata ''tapi kageg laen kali jangan di ulangi lagi '' { tapi nanti lain waktu jangan di ulangi lagi ya } rombongan pun mengangguk tanda mengerti setalah makan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju desa pedu
Itulah beberapa karomah yang di berikan Allah SWT kepada sang kyai di saksikan oleh rombongan termasuk kakek buyut saya sendiri
Mungkin dialog sang kyai dengan rombongan nya berbeda jauh dengan kenyataan nya dari pada yang saya tuliskan di atas
Tapi minimal saya tidak akan menambah atau pun mengurangi sedikitpun cerita dari ibu saya yang di ceritakan oleh kakek buyut saya
Dialog yang saya tulisan supaya bisa dimengerti oleh pembaca blogger ini
Mungkin ada teman2 atau keturunan dari sang kyai yang membaca tulisan saya ini dan ada kesalahan mohon di maafkan karena saya hanya berusaha mengangkat sejarah sang kyai supaya tidak termakan zaman
Sampai di sini dulu pembahasan saya pada kesempatan kali ini
Saya mengharapkan doa dari pembaca blogger ini supaya kita di tetap di berikan kesabaran dan kesempatan untuk berkarya menggali potensi yang ada di dalam diri kita masing-masing-masing
Semoga di lain kesempatan saya bisa menjabarkan satu Persatu lokasi dan keramat yang ada di desa pedu ini
Wassalam
Akhir kata kritik dan saran membangun dari sobat pembaca blogger ini sangat saya harapkan
Wassalam
#IG12
Berhubungan belum ada kesibukan maka Pada kesempatan Kali ini saya akan membahas tentang sejarah Singkat Desa Pedu
Langsung ke TKP aja ya
Desa Pedu adalah salah satu desa di kecamatan jejawi kabupaten ogan komering Ilir provinsi Sumatera selatan Indonesia
Desa pedu terletak di sebelah selatan kota Palembang atau berjarak 20-30 menitan dari pusat kota
Walaupun jarak nya sangat dekat dengan pusat kota Palembang tapi desa ini malah masuk ke kecamatan jejawi
Dahulu desa pedu termasuk ke dalam kecamatan SP Padang tapi sekitar tahun 2002 masuk ke kecamatan jejawi
Oh ya sobat awal2 nya desa ini bernama patar embun konon menurut warga setempat desa ini lebih dahulu timbul dibandingkan bukit si guntang yang ada di kota Palembang
Bukit saya timbul saat pagi hari atau waktu embun masih banyak sedangkan bukit diguntang pada siang nya
Mungkin dari sini lah awal nama patar embun tapi kebenaran nya masih belum di ketahui pasti
Desa Pedu juga menjadi saksi perjuangan ulama besar yaitu kyai muara ogan terbukti dari peninggalan nya berupa masjid yang di beri nama baitul Rahman
Dahulu di depan pintu masjid sebelah timur terdapat gundukan tanah yang kata masyarakat sekitar sebagai tempat sang kyai membuang ludah
Namun pada tahun 2009 salah seorang calon bupati ogan komering Ilir yang mempunyai garis keturunan Desa Pedu bersedia menginfakkan harta nya untuk pembangunan masjid baitul Rahman sehingga masjid yang dahulu nya bercorak kuno menjadi nuansa modern
Sehingga peninggalan sang kyai berupa gundukan tanah ikut tertimbun namun beberapa bulan kemudian gundukan tanah tersebut di Galih atas permintaan anak keturunan sang kyai yang bermimpi sang kyai meminta supaya gundukan tanah bekas ludahan nya di digalih sehinggal kini kalau pembaca blogger ini berkunjung ke desa pedu Sobat bisa melihat peninggalan sang kyai yang berada di dalam manara masjid
Selain itu juga di sisi masjid terdapat makam keramat Raden Ayu yang Bergelar ratu Sugi atau kaya
Selain makam keramat Raden ayu di desa pedu juga terdapat beberapa makam keramat yaitu Raden Alik,makam cek Batun dan masih banyak yg lain nya yang kebenaran masih saya coba cari
Kata masyarakat setempat desa ini di jaga tiga makhluk mistis di wilayah sungai berupa buaya
Di sisi barat di jaga keramat Cek Batun di sisi tenga di jaga keramat batang Malang dan di sisi timur di jaga oleh keramat batang buruk .
Keramat barang buruk menurut warga dahulu saat air surut yang hanyut ke arah timur tapi ada batang buruk atau kayu tua yang malah hanyut ke arah barat batang tersebut terus hanyut seolah-olah mencari tempat yang cocok sehingga batang buruk ini singga di suatu tempat dan menetap di sana
Kebenaran nya dapat di buktikan sampai saat ini
Selain kekuatan mistis wilayah sungai di Desa pedu juga menyimpan tempat2 mistis di wilayah perbukitan nya di antara nya Bukit Dabuk Kuring*Belang*,bukit Sayak ,bukit Jumina,Bukit Sekuku dan masih banyak bukit2 yang lain nya
Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang perjuang singkat sang kyai muara ogan membangun masjid baitul Rahman Serta karomah2 beliau selama di perjalanan dari masjid muara ogan yang berada di kota Palembang menuju Desa pedu
Oh ya sebelum saya menceritakan FYI cerita ini saya dapat dari ibu saya yang kata nya dahulu ia pun di ceritakan sama kakek nya Atau kakek buyut saya yang tak lain adalah salah seorang rombongan sang kyai yang membawa bahan2 untuk pembuatan masjid
Dahulu untuk menjangkau desa pedu itu sangat sulit salah satu akses masuk hanya lah melewati sungai-sungai belum lagi dengan kondisi pasang surut dan tonggak2 besar yang menghalangi perjalanan
Pada waktu mau masuk desa pedu kondisi air sangat lah surut belum lagi dengan kondisi jarak yang cukup jauh sehingga rombongan yang mendayung meminta sang kyai untuk berhenti sambil menunggu air pasang tapi sang kyai tersenyum sambil berkata dalam bahasa Palembang ''Beguyur baelah siapo tau kegek banyu nyo pasang ''/ Lanjut sesampai nya saja lah siapa tau nanti air nya segera pasang ^^ setalah sang kyai berkata begitu air pun langsung pasang sehingga para rombongan pun dapat melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan pun para rombongan termasuk kakek buyut saya pun kelaparan dan mereka pun berkata ^Pak kyai istirahat dahulu aja ^ sang kyai pun mengangguk tanda setuju dan sang kyai pun berkata kepada rombongan kalian kelaparan ya ? Rombongan pun menjawab ;Iya Pak
Kyai : kalu lapar makan bae siso nasi kito tadi { kalau lapar makan aja sisa nasi kita tadi }
Rombongan : Mak mano nak makan nyo lagi Pak kyai nasi nyo basi { bagaimana mau di makan Pak kyai nasi nya sudah basi }
Pak kyai : 😊😊 makan baelah lemak nasi tu { makan sajalah enak nasi tu }
Rombongan pun sedikit ragu dan membuka nasi yang sudah mau basi itu pas di coba ternyata nasi yang sudah mau basi itu beruba manis seperti tape ketan
Rombongan pun langsung menghabiskan sisa nasi yang sudah hampir basi sebelum nya tadi
Setelah menyantap nasi yang berubah menjadi tape tadi rombongan pun melanjutkan perjalanan lagi setelah berjalan cukup jauh rombongan pun meminta izin kepada sang kyai untuk istirahat sejenak
Rombongan : Pak kyai kito istirahat dulu yo { Pak kyai kita istirahat dulu ya }
Pak kyai : 😊😊
dan berkata kepada rombongan nya '' Haus apo ? Rombongan pun menjawab iyo Pak Kyai
Sang kyai pun tersenyum kalu kamu haus makan aja buah itu sambil menunjuk kan buat beracun yang
Rombongan pun kaget karena mereka tahu buat yang di tunjukkan sang kyai tadi beracun mereka pun berkata '' Dak usah lah Pak kyai buah itu beracun sanga kyai pun tersenyum dan berkata '' kamu cubo dulu bae lemak buah itu { Kamu coba dulu aja enak buah itu } rombongan pun sedikit ragu dan mengambil buah itu lalu memakan nya subhanallah buah yang awal nya beracun itu berubah menjadi sangat enak dan manis
Mereka pun memakan buah itu lalu sang kyai berkata ''tapi kageg laen kali jangan di ulangi lagi '' { tapi nanti lain waktu jangan di ulangi lagi ya } rombongan pun mengangguk tanda mengerti setalah makan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju desa pedu
Itulah beberapa karomah yang di berikan Allah SWT kepada sang kyai di saksikan oleh rombongan termasuk kakek buyut saya sendiri
Mungkin dialog sang kyai dengan rombongan nya berbeda jauh dengan kenyataan nya dari pada yang saya tuliskan di atas
Tapi minimal saya tidak akan menambah atau pun mengurangi sedikitpun cerita dari ibu saya yang di ceritakan oleh kakek buyut saya
Dialog yang saya tulisan supaya bisa dimengerti oleh pembaca blogger ini
Mungkin ada teman2 atau keturunan dari sang kyai yang membaca tulisan saya ini dan ada kesalahan mohon di maafkan karena saya hanya berusaha mengangkat sejarah sang kyai supaya tidak termakan zaman
Sampai di sini dulu pembahasan saya pada kesempatan kali ini
Saya mengharapkan doa dari pembaca blogger ini supaya kita di tetap di berikan kesabaran dan kesempatan untuk berkarya menggali potensi yang ada di dalam diri kita masing-masing-masing
Semoga di lain kesempatan saya bisa menjabarkan satu Persatu lokasi dan keramat yang ada di desa pedu ini
Wassalam
Akhir kata kritik dan saran membangun dari sobat pembaca blogger ini sangat saya harapkan
Wassalam
#IG12
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-6219073162998457"
crossorigin="anonymous"></script>
Di tambah kan lagi sejarahnya kenapa bisa di ubah menjadi desa pedu yang konon patar embun
BalasHapusSiap brosis terima kasih sudah mau mampir dan berkomentar
BalasHapusinsyaallah nanti di posting lagi kenapa bisa berubah jd #Pedu
#StayAtHome